Latest Updates
Tampilkan postingan dengan label PBB (Peraturan Baris Berbaris). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PBB (Peraturan Baris Berbaris). Tampilkan semua postingan

PBB (Peraturan Baris Berbaris) Tongkat

Tata Taca Menggunakan Tongkat dalam Baris Berbaris

Tata Taca Menggunakan Tongkat dalam Baris Berbaris. Pelaksanaan kegiatan baris-berbaris atau (PBB) dalam kepramukaan dapat juga menggunakan tongkat pramuka. Baris-berbaris dengan menggunakan tongkat ini memiliki tata cara dan pedoman tersendiri yang telah diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Sebagaimana di ketahui, pada pramuka golongan penggalang, tongkat pramuka menjadi sebuah kelengkapan. Dalam satu regu penggalang, pemimpin regu membawa tongkat pramuka yang dipasangi bendera regu. Anggota regu lainnya pun bisa ikut membawa tongkat pramuka masing-masing. Tongkat pramuka yang dibawa oleh regu pramuka penggalang ini bisa digunakan sebagai penunjang berbagai kegiatan dan aktifitas yang dilakukan oleh regu tersebut. Seperti digunakan untuk membuat dragbar atau tandu darurat, membuat pionering atau bangunan darurat, kegiatan halang rintang dan lain sebagainya.

Ketika sebuah regu pramuka penggalang sedang membawa tongkat dan harus melaksanakan baris berbaris ataupun melakukan beberapa gerakan dari peraturan baris berbaris diperlukan aturan dan tata cara khusus. Untuk itulah Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengeluarkan pedoman penggunaan tongkat pramuka dalam baris-berbaris. Pedoman ini mengatur tata cara dan sikap seorang pramuka dalam membawa tongkat.

Secara garis besar, ketentuan tentang tata cara dan sikap pramuka saat membawa tongkat dapat dikelompokkan dalam :
  1. 1. Penggunaan tongkat saat Sikap Sempurna (siap)
  2. 2. Penggunaan tongkat saat akan melakukan gerakan
  3. 3. Penggunaan tongkat saat memberi salam biasa
  4. 4. Penggunaan tongkat saat memberi salam hormat dan salam janji
  5. 5. Penggunaan tongkat saat melaksanakan gerakan maju jalan atau lari jalan
  6. 6. Penggunaan tongkat saat sedang berjalan atau lari mengikuti aba-aba
  7. 7. Penggunaan tongkat saat istirahat di tempat
  8. 8. Penggunaan tongkat saat lencang kanan
  9. 9. Cara membawa tongkat Pramuka tanpa mengikuti aba-aba berbaris

Pedoman Penggunaan Tongkat dalam Baris Berbaris


Berikut adalah penjelasan dan gambar tentang tata cara dan sikap seorang pramuka dalam membawa tongkat pada masing-masing sikap.

Sikap Sempurna (siap)

Saat melakukan sikap sempurna, tata cara menggunakan tongkat yang benar adalah :

Sikap Siap Menggunakan Tongkat dalam Baris Berbaris 1

  • Tongkat dipegang dengan menggunakan jari jempol dan telunjuk tangan kanan (seperti memegang pensil waktu akan menulis)
  • Tangan lurus ke bawah
  • Tongkat berdiri tegak lurus di atas tanah tepat di samping kanan sepatu sebalah kanan.
Sikap Saat Akan Melakukan Gerakan

Saat akan melaksanakan suatu gerakan dalam PBB seperti akan hadap kanan, hadap kiri, balik kanan, tata cara menggunakan tongkat yang benar adalah :
Sikap Menggunakan Tongkat dalam Baris Berbaris 2

  • Dari sikap sempurna, tongkat digenggam dan diangkat lurus ke atas, dengan posisi tangan setinggi ikat pinggang.
  • Melaksanakan gerakan PBB sebagaimana diperintahkan, seperti hadap kanan atau hadap kiri.
Sikap Saat Memberi Salam Biasa

Salam biasa adalah salam pramuka atau penghormatan yang diberikan kepada sesama pramuka maupun kakak pembina baik di luar upacara maupun saat upacara. Saat memberikan salam biasa, penggunaan tongkat yang benar adalah :
Sikap Hormat Menggunakan Tongkat dalam Baris Berbaris

  • Dari sikap sempurna, tongkat digenggam dan diangkat lurus ke atas, dengan posisi tangan kanan setinggi ikat pinggang.
  • Tangan kiri dibuka, diletakkan rata di depan dada dengan telapak tangan menghadap ke bawah. Ujung ibu jari tangan kiri menyentuh tongkat.
  • Pandangan mata lurus melihat ke arah yang diberi salam.
Sikap Saat Memberi Salam Hormat atau Janji

Salam hormat adalah salam atau penghormatan yang diberikan kepada bendera merah putih saat dikibarkan; lagu Indonesia Raya saat dikumandangkan; kepala dan wakil kepala negara, para duta negara, panglima tinggi, para menteri, dan pejabat lainnya; jenazah yang sedang diusung atau dikuburkan; saat memasuki makam pahlawan. Sedangkan salam janji adalah salam atau penghormatan yang dilakukan saat pengucapan Satya Pramuka (Trisatya atau Dwisatya). Saat memberikan salam hormat dan janji, penggunaan tongkat yang benar adalah :
Sikap Hormat Menggunakan Tongkat dalam Baris Berbaris

  • Tongkat pindah digenggam dengan tangan kiri (ibu jari dengan keempat jari lainnya), dengan posisi tongkat miring (bagian bawah di sisi kanan tubuh sedangkan bagian atas di sisi kiri tubuh) di depan dada.
  • Tangan kanan memberi salam hormat, yaitu diangkat pada pelipis dengan posisi telapak tangan miring, terbuka, punggung tangan di bagian atas dan kelima jari rapat.
Sikap Saat Melaksanakan Gerakan Maju Jalan atau Lari Jalan

Saat melaksanakan gerakan maju jalan atau lari jalan, tata cara menggunakan tongkat yang benar adalah :
Sikap Maju Jalan Menggunakan Tongkat dalam Baris Berbaris

  • Tongkat digenggam dengan kedua tangan, tongkat di depan dada, posisi tongkat miring ke depan dengan bagian kiri di atas.
  • Posisi tangan kanan setinggi pinggang sebelah kanan, sedangkan tangan kiri di depan dada sebelah kiri.
Sikap Saat Sedang Berjalan atau Lari dengan Mengikuti Aba-aba

Saat pramuka sedang berjalan atau berlari dengan membawa tongkat, tata cara menggunakan tongkat seperti saat akan melaksanakan gerakan maju jalan atau lari jalan.

Sikap Istirahat di Tempat

Saat melaksanakan aba-aba istirahat di tempat, sikap dan tata cara penggunaan tongkat pramuka adalah sebagai berikut :
Sikap Istirahat Menggunakan Tongkat dalam Baris Berbaris

  • Kaki kiri membuka satu langkah ke kiri.
  • Tangan kanan memegang tongkat setinggi pinggang.
  • Tongkat diserongkan ke arah kanan agak depan dengan ujung atas menjauhi tubuh dan ujung bawah di samping kiri sepatu kiri.
  • Tangan kiri bebas atas diletakkan di belakang pinggang.
Sikap Lencang Kanan

Saat melaksanakan aba-aba lencang kanan, sikap dan tata cara penggunaan tongkat pramuka adalah sebagai berikut :
Sikap Lencang Kanan Menggunakan Tongkat dalam Baris Berbaris

  • Tongkat pindah digenggam dengan tangan kiri (ibu jari dengan keempat jari lainnya) di depan dada.
  • Posisi tongkat miring (bagian bawah di sisi kanan tubuh sedangkan bagian atas di sisi kiri tubuh) di depan dada.
  • Tangan kanan mengambil jarak satu lengan, dengan menggapai dan menyentuh bahu kiri kanan di sedelahnya
  • Pandangan melihat ke kanan dan meluruskan.
Cara Membawa Tongkat Pramuka Tanpa Mengikuti Aba-aba Berbaris

Membawa tongkat Pramuka tanpa mengikuti aba-aba berbaris adalah saat pramuka berjalan jauh atau berbaris tetapi dengan aba-aba santai atau bebas. Cara membawa tongkat bisa dengan cara :
Sikap Berjalan Menggunakan Tongkat dalam Baris Berbaris

  • Disandang seperti sikap membawa tongkat saat sedang berjalan atau berlari, 
  • Dipanggul di pundak sebelah kiri dan ujung bawah tongkat di pegang tangan kiri.
  • Dibawa dengan diikat tali kemudian disandang di bahu.
Itulah berbagai sikap cara menggunakan tongkat pramuka saat baris-berbaris sebagaimana diatur dalam pedoman penggunaan tongkat pramuka dalam baris-berbaris yang dikeluarkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

PBB (Peraturan Baris Berbaris) Bag. II

PBB (Peraturan Baris Berbaris), Bag. II




11.  Balik kanan
a.       Aba-aba : ” Balik kanan - GERAK ”
b.      Pelaksanaan :
1)      Kaki kiri di ajukan melintang ( lebih dalam dari hadap kanan ) di depan kaki kanan.
2)      Tumit kaki kanan beserta badan di putar ke kanan 180o.
3)      Kaki kiri di rapatkan pada kaki kanan.

12.  Membuka / Menutup Barisan
a.       Buka barisan
1)      Aba –aba : ” Buka Barisan - JALAN ”
2)      Pelaksanaan :
Regu kanan dan kiri, masing-masing kembali membuat satu langkah ke sampan
kanan / kiri, sedangkan regu tengah tetap.

13.  Bubar
a.       Aba-aba : ” Bubar jalan ”
b.      Pelaksanaan :
1)      Memalingkan muka ke arah komandan dan memberi hormat ( sesuai PPM )
2)      Setelah di balas, kembali bersikap sempurna, balik kanan,menghitung dua hitungan dalam hati, mengayuhkan kaki kiri ke depan dengan hentakan bersamaan dengan itu lengan kanan di ayun setinggi pundak kemudian bubar.

13.  Berhimpun
a.       Aba-aba : ” Berkumpul - MULAI ”
b.      Pelaksanaan :
1)      Semua anggota datang di depan Komandan dengan berdiri bebas,dengan jarak tiga langkah
2)      Bentuk mengikat, jumlah saf tidak mengikat.

14.  Berkumpul
            Berkumpul bersaf
a.       Aba-aba : ” Bersaf kumpul - MULAI ”
b.      Pelaksanan :
1)      Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai penjuru,untuk berdiri kurang lebih 4 langkah di depannya.
2)      Anggota lainnya berdiri di samping kiri penjuru dan berturut-turut meluruskan diri ( lencang kanan )
3)      Penjuru melihat ke kiri, setelah lurus, memberi isyarat dengan perkataan ” Lurus ”
4)      Pada isyarat ini semua anggota menurunkan tangan dan kembali bersikap sempurna
5)      Bila bersenjata, sebelum meluruskan, letakan senjata di pundak kiri terlebih dahulu.

            Berkumpul Berbanjar
a.       Aba- aba : ” Berbanjar kumpul MULAI ”
b.      Pelaksanaan :
1)      Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai penjuru, untuk berdiri kurang lebih 4 langkah di depannya.
2)      Anggota lainya berdiri di belakang penjuru dan berturut-turut meluruskan diri.
3)      Anggota yang paling belakang, melihat ke depan setelah lurus memberi isyarat dengan perkataan ” Lurus ”.
4)      Pada isyarat ini semua anggota menurunkan lengannya dan kembali ke sikap sempurna.
5)      Bila bersenjata sebelum meluruskan, letakan senjata di pundak kiri terlebih dahulu.

15.  Meninggalkan Barisan
a.    Bila pelatih memberikan perintah kepada anggota dalam barisan
1)      Terlebih dahulu anggota tersebut di panggil keluar dari barisan
2)      Perintah di berikan bila anggota telah berdiri dalam sikap sempurna.
3)      Yang menerima perintah harus mengulangi perintah tersebut.
b.    Bila anggota yang akan minta izin
1)      Mengambil sikap sempurna dahulu
2)      Mengangkat tangan kanannya ke atas ( tangan di buka jari-jari dirapatkan )
3)      Menyampaikan maksudnya.
4)      Setelah mendapat izin, ia keluar dari barisan tanpa menunggu anggota lainnya.

16.  Panjang, Tempo Dan Macam Langkah
            Langkah dapat di bedakan sbb :
a.       Macam Langkah Panjang Tempo
1)      Langkah biasa 70 cm 96 menit
2)      Langkah tegap 70 cm 96 menit
3)      Langkah perlahan 40 cm 30 menit
4)      Langkah ke samping 40 cm 70 menit
5)      Langkah ke belakang 40 cm 70 menit
6)      Langkah ke depan 60 cm 70 menit
7)      Langkah di waktu lari 80 cm 165 menit
b.      Panjang langkah di ukur dari tumit ke tumit

17.  Maju Jalan
            Dari sikap sempurna
a.    Aba-aba : ” Maju Jalan ”
b.    Pelakasanaan :
1)      Kaki kiri di ayun ke depan, lutut lurus telapak kaki diangkat sejajar dengan tanah setinggi 15 cm kemudian di hentakan ke tanah dengan jarak setengah langkah, selanjutnya berjalan dengan langkah biasa.
2)      Langkah pertama di lakukan dengan melenggangkan lengan kanan ke depan 90lengan kiri 30
3)      Langkah-langkah selanjutnya lengan atas dan bawah di lenggangkan ke depan 45 dan ke belakang 30
4)      Dilarang keras berbicara, melihat ke kanan / kiri.

18.  Langkah Biasa
a.    Pada waktu berjalan kepala dan badan seperti sikap sempurna.
b.    Waktu mengayunkan kaki ke depan, lutut di bengkokan sedikit ( kaki tidak di seret ).
c.    Di letakan sesuai dengan jarak yang di tentukan.
d.   Langkah kaki seperti jalan biasa.
e.    Pertama tumit di letakan di tanah selanjutnya seluruh kaki.
f.     Lengan berlenggang wajar, lurus ke depan dan belakang.
g.    Jari-jari tangan menggenggam dengan tidak terpaksa, punggung ibu jari menghadap ke atas.

19.  Langkah Tegap
            Dari sikap sempurna
a.       Aba-aba : ” Langkah Tegap Maju JALAN ”
b.      Pelaksanaan :
1)      Mulai berjalan dengan kaki kiri setengah langkah,selanjutnya seperti jalan biasa dengan cara kaki di hentakan terus menerus.
2)      Telapak kaki rapat / sejajar dengan tanah, lutut lurus, kaki tidak boleh dianggat tinggi.
3)      Bersamaan dengan langkah pertama, genggaman tangan di buka, hingga jari-jari lurus dan rapat.
4)      Lenggang tangan ke depan 900, ke belakang 300.

            Dari Langkah Biasa
a.       Aba-aba : ” Langkah Tegap JALAN ”
b.      Pelaksanaan :
1)      Di berikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah di tambah satu langkah
2)      Perubahan tangan dari menggenggam ke terbuka di lakukan bersamaan dengan hentakan kaki.

            Kembali ke langkah biasa
a.       Aba-aba : ” Langkah Biasa JALAN ”
b.      Pelaksanaan :
1)      Di berikan pada waktu kaki kiri / kanan jatuh di tanah di tambah satu langkah.
2)      Langkah pertama di hentakan,bersamaan dengan itu tangan kembali menggenggam.
Catatan : Dalam keadaan berjalan, cukup menggunakan aba-aba peringatan : Langkah tegap / biasa jalan pada perubahan langkah.

20.  Langkah Perlahan
           Untuk berkabung ( mengantar jenazah ) dalam upacara kemiliteran.
a.         Aba-aba : ” Langkah perlahan maju JALAN ”
b.         Pelaksanaan :
1)      Kaki kiri di langkahkan ke depan, setelah kaki kiri menapak tanah di susul dengan kaki kanan di tarik ke depan dan di tahan sebentar di sebelah mata kaki kiri, kemudian di lanjutkan di tapakan di depan kaki kiri.
2)      Tapak kaki pada saat melangkah ( menginjak tanah ) tidak di hentikan.

            Berhenti dari langkah perlahan
a.       Aba-aba : ” Henti GERAK ”
b.      Pelaksanaan :
1)      Diberikan pada waktu kaki kanan / kiri jatuh di tanah di tambah satu langkah.
2)      Selanjutnya kaki kanan / kiri di rapatkan pada kaki kanan / kiri menurut irama langkah biasa dan kembali sikap sempurna.